Sabtu, 30 Maret 2013

Laporan praktikum Mengenal Beberapa Alat Di Laboratorium Teknologi Benih


Laporan Praktikum Teknologi Dan Industri Benih
Asisten:
                                                                  - Nur Yusra
                                                                                    - Mahleni Harahap, SP


MENGENAL BEBERAPA ALAT DI LABORATORIUM TEKNOLOGI BENIH

Oleh:

Muhammad Fachruddin                                (1105101050046)
Muhammad Rezza Fahlevi                           (1105101050091)
Salasiah                                                          (1105101050084)
Salvitia Dirgantary                                        (1105101050096)
Zidni Alvishahri                                              (1105101050035)
 





LABORATORIUM ILMU DAN TEKNOLOGI BENIH
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM - BANDA ACEH
2013

I.  PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengenalan alat laboratorium sangatlah penting untuk praktikan karena pada mata kuliah Teknologi Benih, Ilmu Penyakit Tumbuhan Umum, dll, pasti akan ada praktikum yang berhubungan dengan laboratorium. Setiap melaksanakan praktikum, kita akan menjumpai alat-alat yang kita gunakan dalam praktikum. Namun, terkadang kita tidak mengetahui nama dan fungsi dari alat-alat tersebut. 
Selain itu, pengenalan alat-alat laboratorium juga penting dilakukan untuk keselamatan kerja saat melakukan penelitian.  Alat-alat laboratorium biasanya dapat rusak atau bahkan berbahaya jika tidak sesuai dengan prosedur pemakaian.  Untuk itu,kita harus mengetahui nama, fungsi, dan prinsip kerja alat-alat yang akan digunakan untuk melakukan percobaan dan guna memperlancar pemakaian pada praktikum-praktikum mendatang.
Praktikum ini dilakukan agar mahasiswa dapat mengenal beberapa alat standar dalam laboratorium dan mengetahui nama, fungsi, serta prinsip kerja dari masing-masing alat yang akan kita gunakan dalam proses praktikum.

B.  Tujuan Percobaan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
 1.            Mengenal berbagai alat standar dalam Laboratorium Benih.
 2.            Mengetahui nama, fungsi, dan prinsip kerja dari tiap-tiap alat.







II.    TINJAUAN PUSTAKA

 `          Laboratorium berasal dari kata latin laborare yang berarti bekerja. Kemudian kata itu berkembang pada tahun 1605, yangvartinya menjadi suatu tempat yang disiapkan untuk tujan percobaan dan pengkajian, atau pengembangan ilmu, atau untuk tujuan pengujian atau penyidikan (analisis). Secara luas, sekarang laboratorium adalah tempat bekerja melakukan percobaan, pengamatan, dan penelitian (Pramono Eko, 2011).
            Teknologi benih merupakan suatu daya upaya manusia untuk mendapatkan sesuatu dan mengelola benih; mulai dari kegiatan memproduksi benih, menanganinya, kemudian ,mengelola benih itu sendiri. Kemudian benih tersebut disimpan, diuji mutunya atau kualitasnya, dan mendistribusikannya kepada orang-orang benih, seperti konsumen dan pedagang (S. Sadjad, 1972).
            Secara umum, fungsi setiap alat telah diberikan, karea tidak mungkin semua fungsi diutarakan dalam melakukan kegiatan di laboratorium. Untuk memudahkan dalam memahami alat-alat laboratorium yang dapat digunakan dalam waktu  relative lama dan dalam keadaan baik, maka diperlukan pemeliharaan dan penyimpanan yang memadai (Wirjosoemarto, 2004).






III. BAHAN DAN METODE

A.  Tempat dan Waktu Praktikum
Tempat pelaksanaan praktikum ini adalah di laboratorium benih dan waktu pelaksanaannya pada tanggal 1 Maret 2013, pukul 14.00-16.00 WIB.
B.  Alat dan Bahan
Alat-alat yang terdapat di dalam laboratorium benih adalah:
· Alat Pengecambah Benih(A.P.B)
· Kotak media tanah, pasir, bata merah
· Alat pengujian benih padi di pesemaian basah
· Alat pengepres kertas
· Lemari es
· Alat pengukur kadar air benih(APKAB)
· Tanur
· Inkubator
· Alat pembersih kotoran varietas (Purity Desk)
· Alat pembagi tepat (Precision Devider)
· Alat timbangan
·  Bak Pertumbuhan
· Oven,
· Pengukur Kadar Air
· Penghitung Benih
· Meja Analisis, dan
· Desikator.
C.  Cara Kerja
Ø Alat tulis dan jas laboratorium disiapkan oleh masing-masing praktikan.
Ø Penjelasan dari asisten dosen didengarkan dan ditulis.
Ø Mengamati dan mengenali alat-alat yang digunakan serta fungsinya.




IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Alat – alat yang digunakan dalam laboratorium benih antara lain sebagai berikut :
1.      Seed Trier Type Nobb.
Fungsi      : mengambil sampel benih dari hamparan.
2.   Seed Devider
3.   Petridish
Fungsi      : sebagai tempat penguji daya tumbuh (perkecambahan)
4.      Seng
Fungsi: membantu menguji daya tumbuh benih.
5.      Plastik
Fungsi      : membantu menguji daya tumbuh benih
  7.  Erminator
Fungsi      : tempat mengecambahkan benih
 8.  Moisture Tester tipe Kett
Fungsi      : untuk menguji kadar air yang terkandung dalam
9.  Oven
Fungsi: alat untuk mengeringkan benih                                      
10.   Grinder
Fungsi: menghaluskan benih yang akan dianalis
11.  Eksikator
Fungsi: sebagai tempat penyimpan benih
12.    Purity Desk
Fungsi      : menguji kemurnian benih
13.   Magnifier/lup
Fungsi untuk melihat benih yang relatif berukuran kecil supaya lebih tampak jelas (lebih besar)
14. Timbangan Elektrik
 Fungsi     : menimbang berat benih
15. Termohigrometer
Fungsi      : mengukur suhu udara (thermometer)
16. Hand Counter
Fungsi: membantu menghitung benih dalam jumlah yang besar
   17.    Gelas Ukur
    Fungsi  : untuk mengukur larutan
18.    Gelas Beker
Fungsi      : merendam benih yang akan diperlakukan
19.    Scalpel
Fungsi: untuk memotong atau menghilangkan kulit benih                                 
20.      Refrigerator
Fungsi      : sebagai alat penyimpan benih
21.     Grain Counter
     Fungsi: untuk menghitung jumlah benih
22.      Electro Conductivity Meter
     Fungsi: mengukur daya hantar listrik benih
23. Pinset
    Fungsi: membantu dalam mengambil benih yang berukuran sedang Grain Analize
24.      Petridish
Fungsi      : sebagai tempat penguji daya tumbuh (perkecambahan)
25 . Seng
Fungsi      : membantu menguji daya tumbuh benih
26. Lastik :
Fungsi: membantu menguji daya tumbuh benih.









Nama Ruangan yang ada di laboratorium benih sebagai berikut:
Ø  Ruang pengeringan Benih
Laboratorium teknologi benih fakultas pertanian universitas syiah kuala memiliki satuan prototip alat pengeringan benih yang merupakan hasil buatan sendiri. Alat ini berbentuk kotak dengan ukuran tinggi 2 meter , lebar 1 meter dan lebel 0.05 meter alat ini memakai kipas yang digerakan dengan listrik.
Ø  Ruang penyimpangan Benih
Disamping ruangan basah , ruangan kering dan pengeringan benih harusnya masih ada ruangan penyimpanan benih . Ruangan ini biasanya dilengkapi dengan alat pendinginan (AC) dan lubang lubang ventilasi . dalam ruangan ini benih benih dapat disimpan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun . Disamping itu, dalam jumlah kecil benih disimpan dalam lemari ES.
Ø Ruang Basah
Ruang dimana terdapat sistem perairan  yang berfungsi untuk mencuci benih, mencuci tangan praktikan yang sedang meneliti dan berbagai fungsi lainnya.
Ø Ruang Kering
Ruang tempat penyimpanan benih yang harus dalam keadaan kering.















V.    KESIMPULAN

 Dari pembahasan diatas dapat kita simpulkan bahwa :
1.      Pengenalan alat-alat dalam pengujian benih sangat penting dilakukan, untuk menghindari adanya kesalahan dalam cara penggunaan dan kesalahan pada hasilnya.
2.      Disamping menggunakan alat-alat yang baik, dalam pengujian benih juga perlu ditunjang dengan pengetahuan yang cukup tentang benih serta pengalaman.
3.      Alat yang terdapat dalam teknologi benih dapat berupa alat pengambilan contoh benih, alat penguji daya tumbuh, alat penguji kemurnian benih, alat penguji kadar air benih, dan alat lain.















DAFTAR PUSTAKA

Sadjad, S. 1993. Dari Benih kepada Benih. Jakarta : PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Pramono, Eko. 2011. Penuntun Praktikum Teknologi Benih. Lampung : Universitas Lampung.

Wirjosoemarto. 2004. Pengenalan Alat-Alat Laboratorium. Jakarta : Rineka Cipta.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar